Mengenal Hiu Paus, Hiu yang Ramah Manusia

Beberapa minggu belakangan ini, warga Gorontalo dihebohkan kedatangan tamu-tamu raksasa. Meski tubuh mereka besar, tapi para makhluk raksasa ini ramah dan tidak punya niatan menakut-nakuti warga. Banyak orang yang datang ke perairan Pantai Botu Barani, Gorontalo untuk melihat langsung keberadaan mereka. Tamu raksasa ini adalah kawanan hiu paus.

Ada sekitar 10 ekor hiu paus yang singgah di perairan Pantai Botu Barani, Gorontalo. Meski nama mereka hiu paus, tapi mereka makhluk alami. Mereka bukan hasil rekayasa biologi kawin silang ikan hiu dengan paus. Hewan yang punya nama ilmiah Rhincodon typus ini merupakan bagian dari keluarga hiu tapi relatif lebih selow dibanding hiu yang biasa kita lihat di film horor atau thriller.

 

Bagian-bagian hiu paus via Panduan Teknis Pemantauan Hiu Paus Di Taman Nasional Teluk Cenderawasih - WWF Indonesia

Bagian-bagian hiu paus via Panduan Teknis Pemantauan Hiu Paus Di Taman Nasional Teluk Cenderawasih – WWF Indonesia

 

Karena merupakan bagian dari keluarga hiu, spesies hiu paus ini juga tetap karnivora. Hanya saja hewan yang mereka jadikan makanan ukurannya lebih kecil. Mereka biasanya menyantap plankton, udang, atau ikan-ikan kecil. Ya, mirip-mirip dengan santapan laut yang dimakan manusia lah.

Cara makan mereka juga unik. Hiu paus makan dengan cara menyaring dan atau menyedot air. Bisa sambil berenang ataupun ketika diam menetap di satu wilayah selama beberapa saat.

 

Hiu paus makan via youtube.com/user/fidgetbones

Hiu paus makan via youtube.com/user/fidgetbones

 

Habitat hiu ini tidak tentu. Mereka merupakan hewan yang bermigrasi serta jarang menetap di satu perairan sepanjang hayat. Perairan Indonesia yang luas itu kelihatan sudah sering mereka singgahi. Beberapa tempat malah jadi persinggahan rutin.

Di perairan Probolinggo, Jawa Timur mereka bisa dijumpai musiman, yakni sekitar bulan Januari sampai Maret. Sementara di perairan Teluk Cendrawasih Papua, mereka terus mangkal di sana sepanjang tahun.

Peta persebaran hiu paus via Panduan Teknis Pemantauan Hiu Paus Di Taman Nasional Teluk Cenderawasih - WWF Indonesia

Negara dengan agregasi hiu paus via Panduan Teknis Pemantauan Hiu Paus Di Taman Nasional Teluk Cenderawasih – WWF Indonesia

 

Meski di Gorontalo hebohnya baru beberapa minggu belakangan, hiu paus rupanya sudah rutin muncul sejak tiga tahun terakhir. Diperkirakan alasannya adalah karena ada aktivitas pabrik pengolahan udang. Pabrik tersebut membuang karapas (cangkang) udang ke wilayah perairan.

Kandungan udang yang tiba-tiba membeludak di perairan tersebut sepertinya yang membuat hiu tertarik mampir. Seperti sudah disebutkan di atas, udang merupakan salah satu santapan makhluk yang ukurannya bisa mencapai 9 meter ini.

 

https://www.instagram.com/p/BEA1k7EnWPa/

 

Masih ingat dengan “tragedi” selfie di taman bunga amarylllis di Jogjakarta beberapa waktu lalu? Gara-gara begitu antusias dengan tempat yang unik dan indah itu, para pengunjung malah jadi merusak tempat tersebut. Kira-kira perilaku antusias berlebihan seperti itu juga yang terjadi di Pantai Botu Barani, Gorontalo ini.

Karena begitu takjub bisa melihat hewan laut gigantis ini secara langsung, banyak orang justru “memanfaatkan” sifat ramah hiu paus. Para pengunjung menyentuh, memeluk, bahkan sampai menunggangi makhluk tersebut.

 

Menunggangi hiu via twitter.com/Info_Gorontalo

Menunggangi hiu via twitter.com/Info_Gorontalo

 

Menurut peneliti Whale Shark Indonesia dan World Wild Fund for nature (WWF), Casandra Tania, interaksi seperti itu merupakan ancaman serius yang harus segera diatasi. Hiu paus bisa stres ketika tiba-tiba banyak manusia mendatanginya. Malahan sudah ada beberapa hiu yang terluka karena perahu yang ditumpangi pengunjung menepi terlalu dekat dan membentur tubuh hiu.

 

https://twitter.com/Info_Gorontalo/status/719424321957941248

 

Bagi pengunjung sendiri, aktivitas memeluk, menyentuh, atau menunggangi dapat membahayakan jiwa. Hiu yang ramah ini mungkin tidak akan tiba-tiba memangsa manusia. Cuma hiu yang stres rentan semakin agresif dan mungkin akan sering mengibaskan ekor karena resah. Orang yang terkena kibasan ekor hiu paus bisa pingsan atau terluka.

Pemerintah sudah menetapkan hewan ini sebagai hewan yang dilindungi berdasarkan keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 18/Kepmen-KP/2013 tertanggal 20 Mei 2013. Selanjutnya tinggal bagaimana kita ikut menjaga keberadaan hewan ramah ini. Jangan sampai deh ya, gara-gara terlalu dieksploitasi, hewan ini jadi punah.

 


featured image via animaliaz-life.com