Metode Ini Akan Menjadikanmu Lebih Mudah Mengingat Hal yang Telah Dipelajari

via gsb.stanford.edu

Punya daya ingat yang baik dan tajam akan sangat membantu kegiatan kita sehari-hari. Daya ingat di sini bukan cuma yang sekadar dipakai mengingat jadwal meeting atau tugas yang harus dilakukan, tapi juga hal-hal lain yang sudah kita pelajari sebelumnya.

Saat ini kan era dimana teknologi begitu memudahkan kita untuk belajar. Informasi dan pengetahuan begitu berlimpah di internet. Mau belajar programming, bahasa asing, hingga menghias kamar bisa kita dapatkan materinya.

Sayangnya meski arus informasi dan berbagai data yang masuk di hidup kita tergolong melimpah, tapi otak punya kapasitas yang terbatas untuk mengingatnya sebagai pelajaran. Tidak semua hal yang pernah kita pelajari akan permanen di kepala kita.

Sering juga hal-hal tersebut seperti air ketemu saringan, lewat begitu saja. Otak, dan terlebih lagi batin, tidak menyerapnya sebagai hal yang bermakna.

Kenapa bisa begitu?

 

mengingat hal yang telah dipelajari via magazine.utoronto.ca

via magazine.utoronto.ca

 

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh NTL Institute tentang statistik memori penyimpanan otak, beda cara mendapatkan informasi, beda pula persentase tersimpannya di memori otak.

Ketika kita mempelajari sesuatu dari hasil mendengarkan ceramah guru atau dosen, kita hanya mengingat 5% dari apa yang mereka sampaikan. Sedikit lebih besar, 10% ketika kita mendapatkan informasi dari hasil membaca. Entah itu buku, artikel, atau bahan bacaan lainnya.

Agak naik sedikit, 20% ketika mendapatkan informasi dari sarana audio-visual, lalu 30% ketika melihat demonstrasi langsung, dan 50% ketika terlibat dalam diskusi.

 

mengingat hal yang telah dipelajari via tumblr.com

Dari diskusi, kamu bisa mengingat 50% hal yang kamu pelajari via tumblr.com

 

Seseorang dapat mengingat dengan persentase paling besar jika orang tersebut mempelajari, mempraktikkan, dan mengajarkan hal tersebut kepada orang lain. Penelitian di atas menunjukkan kalau seseorang akan mengingat sebanyak 75% dari apa yang orang tersebut praktikkan, dan 90% dari apa yang orang tersebut ajarkan kepada orang lain.

Ini artinya apa?

Artinya otak manusia cenderung mengingat hal yang mereka pelajari saat mereka menjadi subjek dari pembelajaran yang interaktif. Untuk menjadi seperti itu, ya dengan cara mendiskusikannya, mempraktikkan, serta mengajarkannya langsung kepada orang lain.

 

memngingat hal yang telah dipelajari resources.getsmarter.co.za

Mengajarkan orang lain sesuatu yang telah kamu pelajari, akan membekas diingatanmu sebanyak 90% via resources.getsmarter.co.za

 

Makanya, kalau kamu ingin suatu hal lebih nyantol di kepala, metode belajar yang digunakan harus yang lebih interaktif. Kalau misalnya kamu sedang ingin belajar bahasa asing, coba deh cari mentor native speaker. Plus ikuti juga tips agar tidak kesulitan belajar bahasa asing ala Nyoozee.

Kalau ingin belajar berolahraga dengan efektif, ketimbang cuma menonton di channel olahraga atau Youtube, mending cari personal trainer. Kalau kamu ingin bisa bermusik, coba belajar langsung dari guru musik.

Sesudah mempraktikkan metode pembelajaran interaktif, jangan lupa tingkatkan intensitasnya sedikit demi sedikit. Semakin kamu mempraktekkan hal ini, semakin banyak yang bisa kamu ingat.

 


featured image via gsb.stanford.edu