Kena Tilang? Lakukan 4 Hal ini Agar Tak Kena Pungli!

Entah kenapa, di Indonesia kegiatan berkendara kadang jadi menyeramkan. Terutama bila harus berhadapan dengan pak polantas yang sedang bekerja. Adapun kita sudah beratribut lengkap juga tertib berkendara, masih saja diberhentikan; juga kadang dicari-cari kesalahannya.

Maka dari itu supaya terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan ketika diberhentikan oleh Pak Polantas, berikut 4 hal yang harus dilakukan ketika ditilang:

 

Tetap Tenang, Santai dan Kalem

santai termasuk hal yang harus dilakukan ketika ditilang

Untung pake masker, kalau nggak ketawan panik dan keringet dingin tuh. via heldaftigh53.wordpress.com

Baik kamu melanggar ataupun tidak, yang harus dilakukan ketika ditilang adalah tetap santai dan tenang. Bagaimanapun, Pak Polantas kan cuma menjalankan tugas. Mau kita misuh-misuh seperti apa pun, tetap tak ada pengaruhnya jika pada dasarnya kita melakukan pelanggaran hukum.

Beda urusan jika kamu tak melanggar, tapi tetap dipidanakan. Jika mengalami hal tersebut, barulah kamu punya hak untuk protes ke Pak Polantas atas tindakannya.

 

Periksa Adanya Peringatan Razia

Salah satu contoh peringatan razia. via tribratanewas.com

Salah satu contoh peringatan razia. via tribratanewas.com

Secara teknis Pak Polantas punya kewenangan untuk menilang seorang pengendara kendaraan bermotor secara dadakan. Namun, berdasarkan Peraturan Pemerintah No.80 Tahun 2012 (PP 80/2012), kegiatan tersebut harus disertai dengan surat perintah tugas (Pasal 15 ayat 1, PP 80/2012). Razia ini harus dilakukan dengan tanda yang menunjukkan adanya Pemeriksaan Kendaraan Bermotor dengan jarak paling sedikit 50 meter (Pasal 15 ayat 1 dan 2, PP 80/2012).

Jadi misalkan kamu sudah beratribut lengkap (helm, lampu jauh di siang hari, kaca spion, sabuk pengaman) dan tidak melanggar peraturan lalu lintas apapun. Kalau masih diberhentikan oleh Pak Polantas, kamu punya hak untuk menolak menunjukkan surat-suratmu. Kamu pun punya hak untuk mempertanyakan alasan dan tujuan Pak Polantas memberhentikan dirimu.

 

Melakukan Pelanggaran? Hati-Hati Pungli!

Kalau nggak pakai helm sih sudah pasti melanggar! via tribunnews.com

Kalau nggak pakai helm sih sudah pasti melanggar! via tribunnews.com

Jika tanpa peringatan razia tiba tiba Pak Polantas memberhentikanmu karena alasan yang jelas (misal tak pakai helm atau tak punya kaca spion), maka hal selanjutnya yang harus kamu waspadai adalah adanya pungli dari Pak Polantas. Kadang Pak Polantas memanfaatkan situasi tersebut dengan menyebut sejumlah uang yang harus dibayarkan sebagai denda secara asal.

Maka dari itu untuk menghindari tindak pungli, ada baiknya kamu coba periksa UU no 20 Tahun 2009 terlebih dahulu. Sebagai contoh, bila kamu tidak dapat menunjukkan SIM entah karena kelupaan atau alasan lain, denda maksimal yang dikenakan adalah sebesar Rp. 250.000,-. Jadi jika kamu tak bawa SIM lalu diminta lebih dari Rp. 250.000 oleh Pak Polantas, kamu bisa protes dengan dasar hukum yang jelas.

 

Slip Merah atau Slip Biru?

Contoh slip biru dan merah. via sebuahmisteri.com

Contoh slip biru dan merah. via sebuahmisteri.com

Secara teknis, ketika ditilang pengemudi punya tiga pilihan sebagai cara membayar denda tilang. Datang ke pengadilan, bayar ke bank BRI yang ditunjuk oleh Pak Polantas, atau titip kepada kuasa (Polisi) untuk sidang.

Lalu slip merah dan biru itu untuk apa? Nah, slip merah mengharuskan pelanggar untuk datang ke pengadilan, sementara slip biru memperbolehkan pelanggar untuk bayar ke bank BRI atau titip sidang kepada kuasa.

Berdasarkan Keputusan (SK) Kapolri No. Pol: SKEP/443/IV/1998 tanggal 17 April 1998, sang pelanggar sebenarnya punya pilihan tersebut. Pada kenyataannya, di lapangan hal tersebut kembali lagi kebijakan dari Kapolri.

Bisa saja Kapolri mewajibkan semua Pak Polantas langsung memberi slip merah kepada pelanggar. Namun bila kamu sedang apes lalu kena tilang (dan tak mau repot ikut sidang), tidak ada salahnya untuk coba meminta slip biru.

 

Tidak perlu marah-marah atau melakukan hal-hal yang tak perlu, melakukan hal-hal di atas tadi sudah cukup kok. Semoga membantu!

 


Featured image via surakarta.go.id