8 Flora dan Fauna Unik Yang Ada di Indonesia


Sejak tahun 20 Desember 2013, PBB meresmikan tanggal 3 Maret sebagai World Wildlife Day. Tujuan dibuatnya World Wildlife Day ini adalah untuk merayakan serta meningkatkan kesadaran orang-orang tentang flora dan fauna di dunia; terutama yang sudah terancam punah.

Bagaimanapun bumi ini tidak cuma diisi oleh manusia, maka kita sudah sepatutnya hidup berdampingan dengan makhluk hidup lainnya. Jadi untuk merayakan World Wildlife Day, mari kita mengenal flora dan fauna unik yang ada di bumi kita tercinta; terutama yang hidup di Indonesia seperti berikut:

Singapuar

Flora dan fauna unik di Indonesia

Singapuar sang primata mini. via trifit.org

Kalau bicara primata, mungkin yang akan kita ingat adalah yang ukurannya besar-besar seperti monyet, gorila, atau orang utan. Tetapi tahukah kamu ada spesies primata yang sangat kecil dan bentuknya tidak terlalu mirip monyet?

Fauna unik itu namanya singapuar. Fauna unik asal Indonesia ini disebut sebagai primata terkecil di dunia. Panjangnya hanya sekitar 12-15 cm, dan beratnya 80-140 gram.

Uniknya lagi Singapuar ternyata tidak bisa menggerakkan bola matanya ke kiri dan ke kanan. Sebagai pengganti ia dapat memutar kepalanya 180 derajat.

Hewan bermata besar dan nokturnal (aktif di malam hari) ini tersebar di Sumatera bagian selatan dan tenggara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan. Meski singapuar terlihat lucu dan menggemaskan, sayangnya spesies yang nama ilmiahnya Tarsius bancacus ini termasuk spesies yang terancam punah.

 

Katak Kepala-Pipih Kalimantan

Katak kepala pipih. via news.bbc.co.uk

Katak kepala pipih. via news.bbc.co.uk

Hewan unik lainnya adalah katak kepala-pipih. Sesuai namanya, ciri khas katak ini adalah kepalanya yang berbentuk pipih dengan moncong lebar membundar. Nama latin hewan ini adalah Barbourula kalimantanensis.

Keunikan katak kepala-pipih adalah hewan ini satu-satunya katak di dunia yang tidak memiliki paru-paru. Sebagai ganti paru-paru, katak ini bernafas menggunakan kulit serta organ dalamnya.

Pertama kali ditemukan pada tahun 1978 oleh Djoko T. Iskandar, ilmuwan herpetologi ITB, katak kepala-pipih saat ini hanya terdapat di Nanga Pinoh, Kalimantan Barat. Katak kepala-pipih kalimantan menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN) juga termasuk hewan yang terancam punah.

 

Musang Congkok

Musang congkok. via sourgreenlolipop.com

Musang congkok. via sourgreenlolipop.com

Berikutnya ada musang congkok, hewan sebangsa musang yang punya wajah mirip kucing. Hewan ini punya nama ilmiah  Prionodon linsang. Panjang tubuhnya sekitar 35-40 cm, panjang ekor 30-35 cm, sementara beratnya sekitar 700 gram.

Satwa ini banyak dijumpai di Indonesia, terutama di daerah pegunungan Aceh dan Sumatera Barat. Salah satu ciri khas musang congkok adalah bulunya yang berwarna kuning keputihan dengan motif garis atau totol. Musang congkok merupakan jenis hewan nokturnal, sehingga ia lebih aktif di malam hari.

 

Hiu Karpet Berbintik

Hiu karpet berbintik. via satwa.net

Hiu karpet berbintik. via satwa.net

Meski masuk keluarga hiu, tapi hewan ini tidak seseram hiu putih seperti pada film Jaws. Hewan ini merupakan salah satu hewan yang menyebar terbatas atau endemik di daerah Indonesia saja.

Dibanding keluarga hiu lainnya, ukuran hiu karpet berbintik cederung lebih kecil. Pada usia dewasa, hiu karpet berbintik panjang maksimal hanya sekitar 46 cm.

Satwa dengan nama ilmiah Hemiscyllium freycineti hanya dapat ditemukan di daerah perairan sekitar Papua. Hewan ini juga termasuk hewan yang tergolong hampir punah karena habitatnya banyak dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab.

 

Bunga Raflesia

Bunga Rafflesia arnoldi. via borneoadventure.com

Bunga Rafflesia arnoldi. via borneoadventure.com

Tak lengkap rasanya jika tidak memasukkan bunga yang punya nama latin Rafflesia arnoldi ke dalam daftar flora dan fauna unik khas Indonesia. Tumbuhan ini tersohor karena ukurannya yang sangat besar. Diameternya bisa mencapai 100 cm dan berat  mencapai 10 kg.

Walaupun mengeluarkan bau yang busuk, bunga raflesia bukanlah bunga bangkai. Raflesia tergolong ke dalam kelompok tanaman endoparasit. Seluruh bagian tubuhnya hidup dalam inang, kecuali kelopaknya.

Kita bisa menemukan bunga ini di beberapa daerah di Asia Tenggara seperti Filipina, Malaysia, dan Indonesia tentu saja. Lokasi persisnya di Indonesia adalah di Pulau Sumatra dan Kalimantan.

 

Daun Payung

Daun Sang si daun raksasa. via kwikku.com

Daun Sang si daun raksasa. via kwikku.com

Tidak hanya punya bunga raksasa, Indonesia juga punya daun raksasa. Tanaman berdaun raksasa tersebut memiliki nama daun payung; atau juga dikenal sebagai daun sang.

Tanaman ini memiliki nama ilmiah Johannesteijsmannia altifrons, termasuk ke dalam keluarga palem-paleman. Daun payung dapat tumbuh sampai panjang daunnya mencapai 3-6 meter.

Daun payung banyak hidup di hutan yang lebat, sebab sifatnya yang tidak tahan terhadap paparan langsung sinar matahari. Di Indonesia, tumbuhan ini dapat ditemukan di Riau, Sumatra Utara, Aceh, Sumatra Timur, serta di beberapa wilayah Asia Tenggara lainnya.

 

Bunga Senduro

flora dan fauna unik yang ada di Indonesia

Bunga Senduro atau dikenal sebagai Edelweiss Jawa. via panduanwisata.id

Nama bunga di atas mungkin terasa agak asing bagi telinga kita. Tapi kalau mendengar bunga edelweiss pasti tahu kan? Ya, bunga senduro adalah nama lain bagi bunga edelweiss yang menyebar terbatas di pegunungan tinggi nusantara.

Bunga yang dikenal sebagai bunga keabadian ini ternyata tergolong dalam keadaan kritis alias punya risiko untuk punah. Salah satu penyebabnya adalah oknum wisatawan yang seringkali memetik tanaman secara tak bertanggung jawab.

Saat ini bunga yang punya nama latin Anaphalis javanica banyak tumbuh di daerah pegunungan di Jawa, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Lombok.

 

Anggrek Tebu

Anggrek Tebu atau Anggrek Macan. via kebunbibit.id

Anggrek Tebu atau Anggrek Macan. via kebunbibit.id

Selain bunga raflesia dan daun payung, ada lagi tumbuhan raksasa di Indonesia. Nama ilmiahnya Grammatophyllum speciosum atau dalam bahasa Indonesia anggrek tebu.

Bukan cuma kelopak anggrek tebu ini saja yang besar, keseluruhan tanamannya pun besar. Anggrek tebu bisa tumbuh sampai 3 meter, dengan berat mencapai 1 ton.

Salah satu ciri khas anggrek tebu adalah bunganya yang berwarna kuning dan berpola bintik merah gelap seperti macan tutul. Anggrek tebu atau anggrek macan dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia dan juga di beberapa wilayah di Asia Tenggara.

 

Itulah tadi beberapa flora dan fauna unik yang ada di Indonesia. Semakin kagum dan cinta kan sama kekayaan alam yang di tanah air kita.