Ini Alasan Kenapa Metromini Harus Tetap Ada!


via rappler.com

Beberapa waktu yang lalu Jakarta heboh dengan problematika metromini. Selepas tragedi kecelakaan antara metromini dengan kereta rel listrik, pemerintah provinsi DKI Jakarta mengadakan razia besar-besaran terhadap armada Metromini. Bus-bus oranye itu banyak yang tidak lolos razia sehingga harus dikandangkan. Para sopir yang tidak terima kemudian menggelar unjuk rasa dan mogok operasi. Pemprov DKI sampai harus menurunkan beberapa armada bus sekolah supaya aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Separah itukah kondisi metromini saat ini? Kalau melihat kenyataan di jalanan dan keadaan armada, memang suram. Meski begitu menurut Nyoozee metromini juga tetap punya hak hidup. Inilah beberapa alasannya.

 

Bagian Dari Sejarah Jakarta

Metromini jadul - via bismania.com

Tempo doeloe – via bismania.com

Sejarah metromini tidak lepas dari penyelenggaraan Games of New Emerging Force (GANEFO), atau pesta olahraga negara berkembang tahun 1963. Perhelatan besar itu diadakan saat Soekarno masih menjadi presiden. Saat itu dibutuhkan banyak armada untuk mengangkut atlet dari negara yang bertanding. Salah satunya adalah bus merah, yang merupakan cikal bakal metromini saat ini.

Meski nampaknya tidak signifikan, pada kenyataannya metromini pernah menjadi moda transportasi yang sangat dibutuhkan. Selama kurang lebih 50 tahun metromini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Jakarta. Menghapusnya berarti sama saja dengan melupakan sejarah.

 

Mendukung Wacana Transportasi Publik Sebagai Pengurai Kemacetan

kampanye transportasi publik di busway. - via www.skyscrapercity.com

Kampanye transportasi publik di busway. – via www.skyscrapercity.com

Entah sejak kapan wacana menggunakan transportasi publik sebagai pengurai kemacetan didengungkan oleh pemerintah. Kamu pun pasti mendukung pernyataan itu. Nyatanya jumlah kendaraan pribadi tidak berkurang, tapi justru semakin bertambah, sehingga kemacetan semakin merajalela.

Ada banyak alasan yang membuat orang memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang angkutan umum. Alasan-alasan tersebut saling terkait. Solusinya tidak cuma satu macam, apalagi menyalahkan satu pihak. Jika kita menyalahkan transportasi publik yang tidak layak, maka pemerintah atau pengelola angkutan berkilah tidak ada dana untuk memperbaikinya. Padahal untuk memperbaikinya, dibutuhkan uang, yang salah satunya diperoleh dengan bus yang harus tetap beroperasi.

Pada intinya kan, mulai dari diri sendiri. Jika kamu sendiri mendukung transportasi publik tapi enggan menggunakan sampai armadanya beres, itu akan butuh waktu yang lama.

 

Masih Tergolong Transportasi Publik Dengan Tarif Terjangkau

Metromini favorit anak sekolah

Favorit anak sekolah karena murah – via baltyra.com

Kian hari semakin banyak transportasi publik yang muncul. Bahkan saat ini banyak transportasi publik yang menggunakan sistem online seperti ojek dan taksi. Beberapa menawarkan kenyamanan yang lebih besar dibandingkan metromini. Namun untuk menggunakannya, tentu kita perlu keluar biaya lebih.

Bisa dibayangkan jika transportasi ekonomis semacam metromini tidak ada lagi. Kita perlu merogoh kocek lebih banyak untuk pergi ke suatu tempat.

 

Penertiban Baru Gencar Dilakukan Kalau Ada Insiden

Tragedi Metromini

Dihantam KRL – via detik.com

Jakarta punya banyak kendaraan umum yang tingkat kebobrokannya sebelas dua belas dengan metromini. Tapi kenapa cuma metromini yang dilarang beroperasi? Ya, tentu karena kecelakaan maut yang terjadi beberapa waktu lalu.

Seringkali pemerintah melakukan pembenahan sesudah terjadi insiden. Ada bagusnya juga sih supaya tidak terulang di kemudian hari. Tapi kita perlu bertanya apakah model pembenahan seperti ini cukup adil? Bukankah banyak juga sopir angkutan umum lain yang punya tabiat buruk seperti sopir metromini naas itu.

 

Jauh Lebih Gesit Daripada Transjakarta

Menembus batas! - via ahok.org

Menembus batas! – via ahok.org

Transjakarta belum bisa dibilang menjadi solusi kemacetan. Keberadaan jalur khususnya tidak menjadikan moda transportasi ini terhindar dari kemacetan. Jalur Transjakarta masih sering dipenuhi kendaraan lain terutama saat lalu lintas padat.

Kalaupun jalur berfungsi maksimal, hal lain yang membuat kesal adalah penumpukan armada di beberapa halte. Inilah yang biasanya menjadi alasan kenapa naik Transjakarta tidak membuat kita menjadi lebih cepat sampai tujuan. Antrian masuk halte di jalur busway sendiri sudah memakan waktu lumayan lama. Bagaimana jika antrian itu selalu ada di setiap halte?

Makanya, dalam rute yang sama, waktu tempuh perjalanan Transjakarta tidak ada bedanya ketimbang metromini. Meskipun jalan yang dipakai berbeda, kegesitan sopir melajukan metromini membuat jalanan biasa seolah menjadi jalur Transjakarta.

 

Jika Metromini Dilarang Karena Pengemudi Brutal, Itu Karena Penumpangnya Semakin Sedikit

jelang balapan Mettomini vs Kopaja - via majalahtransportasi.com

Bersiap di garis start – via majalahtransportasi.com

Para sopir stres karena kemacetan di jalan membuat boros bahan bakar. Padahal dalam sekali jalan, belum tentu hasilnya menutupi biaya operasional. Jangankan bayar setoran, untuk bayar bensin saja sudah megap-megap karena penumpang beralih menggunakan moda transportasi lain.

Makanya, sopir menjadi ugal-ugalan dalam berkendara. Harapan mereka, semakin lincah manuver, akan semakin cepat setoran mereka terpenuhi. Tentu berkendara ugal-ugalan adalah salah, tapi sebenarnya yang harus ditangani dan dibenahi adalah penyebab mendasar dari kelakuan ugal-ugalan tersebut. Bertindak koersif tanpa menyelesaikan akar permasalahan hanya akan menimbulkan dendam.

 

Bus yang Bobrok Sejak Dulu Ada Banyak, Pengawasannya Saja yang Kurang

Metromini diderek - via megapolitan.kompas.com

Diderek Dinas Perhubungan – via megapolitan.kompas.com

Kok bisa, bus yang terlihat bobrok tetap beroperasi di jalan? Salah satu jawabannya adalah karena kelalaian aparat Dinas Perhubungan. Banyak dari mereka yang dengan mudah meloloskan uji kir bus-bus metromini.

Seharusnya kendaraan yang tidak lolos kir tidak boleh beroperasi. Kendaraan itu harus diremajakan supaya bisa beroperasi lagi. Namun karena pengawasan yang minim menyebabkan bus oranye tersebut tetap bisa beroperasi.

 

Kalau Metromini Betul-betul Dihapus, Sopir Kehilangan Pekerjaan

Demo sopir Metromini - via wartakota.tribunnews.com

Demo di bawah jembatan layang – via wartakota.tribunnews.com

Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama beberapa kali menawari para sopir metromini untuk bergabung dengan Transjakarta. Namun wacana ini juga bukannya tanpa problem. Syarat menjadi pengemudi Transjakarta cukup ketat. Salah satunya berusia antara 26-46 tahun. Sopir-sopir metromini berumur 50 tahun ke atas tentu tidak masuk syarat ini. Latar belakang pendidikan pun bisa jadi jurang pemisah. Banyak sopir metromini yang cuma lulusan SD sementara pengemudi Transjakarta rata-rata jebolan perguruan tinggi.

Tentu hal ini menjadi problematika tersendiri. Tidak masalah jika memang busnya mau ditertibkan. Tapi ada baiknya Gubernur juga memberikan solusi untuk para sopir.

 

Sudah Menjadi Langganan Transportasi Para Jakmania

Suporter Persija nebeng Metromini - via akumasaa.org

Matching dengan warna seragam klub – via akumasaa.org

Kendaraan pengangkut suporter Persija boleh jadi ada banyak, tapi kecocokan warna dan jiwa Jakmania tetap pada Metromini. Lihatlah betapa matching-nya warna cat Metromini dengan seragam klub kebanggaan Jakarta itu. Tentu kecocokan ini akan menambah kegarangan mereka saat menyerukan yel-yel dukungan dalam perjalanan.

Coba bayangkan jika metromini tidak ada. Para Jakmania harus menambah waktu lagi mencari bus yang mau dibajak dicarter. Mengandalkan kekuatan massa, mereka mungkin bisa membujuk sopir armada angkutan lain. Tapi dalam hal warna dan jiwa bisa jadi ada yang kurang. Jangan-jangan jika metromini betul-betul dihapus, para Jakmania ini jadi hilang asa dalam mendukung Persija.

 

Metromini Membuat Penumpangnya Ingat Akhirat

Kalau sudah masuk sini, kamu harus rajin berdoa - via manado.tribunnews.com

Kalau sudah masuk sini, kamu harus rajin berdoa – via manado.tribunnews.com

Barangkali sopir Metromini memang diciptakan sebagai media pengingat akhirat bagi penumpangnya. Bagaimana bisa? Seperti sudah disebutkan sebelumnya, sopir sering melakukan manuver untuk  mendapatkan lebih banyak penumpang daripada pesaingnya. Mereka saling mendahului tak ubahnya adegan film aksi balapan semacam Fast and Furious. Salip-menyalip kendaraan, memberi jarak yang hanya sejengkal pada kendaraan di depan, lalu berhenti dengan sangat mendadak.

Dalam keadaan itulah penumpang jadi diingatkan bahwa ajal bisa datang menjemput kapanpun. Bahkan dalam kondisi sehat, beringasnya pengemudi akan membuatmu memegang tiang atau kursi di depan seraya menyebut Tuhan. Kadang ada juga yang protes pada sopir, tapi lebih banyak yang memilih diam. Mungkin diam sambil berdoa dalam hati.

 

Belajar dari peraturan ojek online Kementerian Perhubungan yang cuma berumur sehari, hendaknya semua dipertimbangkan masak-masak. Tidak grasak-grusuk. Cukup metromini saja yang grasak-grusuk.