Menelusuri Kisah Ada Apa Dengan Cinta Lewat Buku


Film Ada Apa Dengan Cinta lebih dari sekadar tontonan cinta-cintaan. Film ini menandai era baru perfilman Indonesia setelah di tahun di tahun 1990-an terkesan mati suri. Karakter-karakter di dalamnya terus terkenang. Di tahun-tahun ke depan, kisah cinta Rangga-Cinta niscaya akan jadi klasik. Seklasik Galih dan Ratna dalam film tahun 70-an, Gita Cinta dari SMA.

Satu hal lagi yang kerap terlewat, film ini juga mempopulerkan kegiatan membaca buku. Membaca buku jadi keren karena yang memeragakannya adalah karakter ganteng dan cool semacam Rangga. Hari-hari selepas film ini rilis, banyak orang yang mendatangi toko buku. Penasaran dengan buku yang dibaca Rangga di film.

Produser Mira Lesmana dan Riri Riza kelihatannya sadar bahwa film mereka berhubungan erat dengan buku. Karena itu menjelang dirilisnya sekuel Ada Apa Dengan Cinta, diluncurkan pula buku-buku yang terkait dengan film.

Nah, karena itu bisa tuh kamu mengambil pendekatan berbeda menyimak kisah cinta Rangga-Cinta. Setelah puas menyaksikan mereka dalam medium film, kamu bisa berpindah ke medium buku. Caranya dengan membaca buku-buku berikut ini:

 

Aku karangan Syuman Djaya

via siunthel.blogspot.com

via siunthel.blogspot.com

Dalam film Ada Apa Dengan Cinta, buku ini sering sekali muncul. Rangga menentengnya kemana-mana. Entah Rangga memang suka sekali dengan buku ini atau tiba-tiba ia jadi tidak punya waktu membacanya karena sibuk pacaran. Malahan gara-gara Rangga sering membawa buku ini, Cinta penasaran dan ikut-ikutan membaca.

Meski Rangga digambarkan jago berpuisi, buku favoritnya ini sebenarnya bukan buku puisi. Aku adalah skenario film yang dibuat sutradara legendaris, Syuman Djaya. Ia membuat cerita perjalanan hidup penyair angkatan ’45, Chairil Anwar.

Mengingat biografi penyair, tentulah di dalamnya termuat sajak-sajak yang penyair tersebut buat. Sayangnya, hingga Syuman Djaya tutup usia, skenario ini tidak kunjung difilmkan.

 

Ada Apa Dengan Cinta karangan Silvarani

via twitter.com/NovelAddict_

via twitter.com/NovelAddict_

Penasaran dengan kisah cinta Rangga-Cinta secara lebih mendetail? Kamu bisa membaca novel yang diadaptasi dari film Ada Apa Dengan Cinta. Iya, Ada Apa Dengan Cinta sekarang ada novelnya.

Di dalam novel, penggambaran keseharian karakter-karakter yang ada dalam film bisa jadi akan lebih kaya dan mendalam. Kamu bisa tahu hal-hal yang di film hanya muncul sekelebat. Seperti misalnya kedekatan Rangga dengan Pak Wardiman atau alasan rumah Rangga dilempari bom molotov.

Novel ini dirilis tanggal 14 April 2016, bersamaan waktu dengan buku di bawah ini.

 

Tidak Ada New York Hari Ini karangan Aan Mansyur

via twitter.com/makassarwriters

Riri Riza dan Mira Lesmana via twitter.com/makassarwriters

Dalam film sekuel Ada Apa Dengan Cinta yang rilis tanggal 28 April 2016, Rangga digambarkan tetap gemar berpuisi. Buku Tidak Ada New York Hari Ini diceritakan sebagai kumpulan puisi dan foto yang ia buat selama berada di New York. Buku ini rencananya akan muncul dalam film sekuel.

Melalui buku ini, kita diajak menelusuri isi pikiran dan hati Rangga. Termasuk juga alasan kenapa ia tidak memenuhi janjinya untuk kembali menemui Cinta.

Untuk dapat menyuarakan isi hati dan pikiran karakter Rangga, Aan Mansyur melakukan berbagai riset. Pengarang yang juga menulis kumpulan puisi Melihat Api Bekerja itu menelusuri buku-buku, pekerjaan, perasaan dan respon Rangga terhadap berbagai hal. Hasilnya seperti apa? Kamu bisa baca sendiri puisi-puisi yang termuat di sini.

 


featured image via aadc2.com