Andreas Lie: Mengutuhkan Potret Satwa dan Habitatnya dalam Double Exposure

andreas lie via andreaslie.com
via andreaslie.com

Pemanasan global dan perubahan iklim tiada hentinya menciptakan masalah di bumi kita. Mulai dari degradasi lingkungan menjadi kurang layak huni hingga vegetasi yang tidak bisa tumbuh dengan optimal.

Selain itu, pemanasan global dan perubahan iklim juga mengancam keanekaragaman hayati. Dalam 150 tahun terakhir, laju kepunahan hewan semakin mengkhawatirkan. Tahun 2015 lalu, hewan-hewan yang terancam punah daftarnya semakin bertambah panjang. Banyak di antaranya merupakan hewan-hewan khas Indonesia seperti badak Jawa, harimau Sumatera, gajah Sumatera, dan orangutan Kalimantan.

 

andreas lie via mercykoimburi.wordpress.com

Salah satu hewan yang diprediksi akan punah via mercykoimburi.wordpress.com

 

Masalah kepunahan ini tidak bisa dianggap main-main. Mengingat semua spesies di alam saling terhubung satu sama lain, kepunahan satu spesies akan menyebabkan keseimbangan lingkungan terganggu.

Misalnya yang punah adalah hewan pemangsa, maka populasi hewan mangsanya akan membeludak. Begitu juga bila yang punah adalah hewan buruan. Kepunahannya akan menyebabkan hewan pemangsanya ikut-ikutan punah.

Berasal dari masalah kepunahan hewan yang berujung pada ketidakseimbangan habitat dan ekosistem tersebut, seorang seniman bernama Andreas Lie berkarya. Seniman asal Norwegia yang usianya masih 25 tahun ini, menjadikan satwa sebagai inspirasi utamanya dalam berkreasi.

 

 

Andreas Lie via wallpaperup.com

Salah satu keindahan alam Norwegia yang jadi inspirasi Andreas Lie via wallpaperup.com

 

Karena ia adalah orang asli Norwegia dan telah lama tinggal di sana, maka ia memulai karyanya dengan memotret berbagai hal yang ia temukan di negara asalnya tersebut.

Dari berbagai karyanya, yang paling terkenal adalah potret double exposure hewan dan habitatnya. Ia mengombinasikan potret hewan dan lanskap habitat aslinya lalu diolah secara digital. Ia mengumpulkan setiap gambar yang dihasilkan ke dalam satu tema besar, ‘Norwegian Wood’. Nama temanya seperti judul bukunya Haruki Murakami, ya?

Melalui teknik double exposure ini Andreas Lie berhasil menghadirkan karya seni yang tidak hanya indah tapi juga menggugah kepedulian kita agar peduli dengan isu kepunahan hewan. Berkat seni double exposurenya ini juga nama Andreas Lie jadi makin dikenal banyak orang.

 

Andreas Lie via via thisiscolossal.com

Teknik double exposure yang digunakan Andreas Lie via thisiscolossal.com

 

Gambar-gambar yang dihasilkan olehnya, banyak dibilang sebagai sebuah karya seni yang mengapresiasi kehidupan liar nan buas satwa-satwa di luar sana yang ternyata justru indah begitu adanya. Entah dimanapun asal habitat mereka; hutan, gunung, sungai, danau, atau bahkan laut.

Penasaran dengan teknik double exposure yang membuat nama seniman ini jadi terkenal? Kamu bisa melihatnya dari gambar-gambar di bawah ini, kok.

 

andreas lie via andreaslie.com

via andreaslie.com

 

andreas lie via andreaslie.com

via andreaslie.com

 

andreas lie via andreaslie.com

via andreaslie.com

 

andreas lie via andreaslie.com

via andreaslie.com

 

andreas lie via andreaslie.com

via andreaslie.com

 

andreas lie via andreaslie.com

via andreaslie.com

 

andreas lie via andreaslie.com

via andreaslie.com

 

Kalau kamu  kagum dengan karya-karyanya, kamu bisa lho mengintip profil dan kreasi Andreas Lie di akun Tumblr, Instagram, dan Facebooknya. Siapa tahu kamu terinspirasi untuk mengasah jiwa senimu.

 


featured image via andreaslie.com