Max Zorn: Mempercantik Kota Hanya dengan Selotip

max zorn via urbankulturblog.com
via urbankulturblog.com

Selama ini, kita mungkin mengenali selotip hanya sebagai benda perekat. Kegunaannya entah untuk menempel kertas, membungkus hadiah, atau paling mutakhir untuk mendekorasi ruangan. Kita menggunakan selotip sebatas kegunaan benda ini pada umumnya.

Di tangan orang yang berbeda, kegunaan selotip bisa berbeda pula. Bagi Max Zorn, seorang seniman muda asal Belanda, selotip bukan sekadar bahan perekat. Di tangannya, selotip menjelma jadi media ekspresi kreativitas.
 

 

Sebelum dikenal sebagai seniman selotip internasional, Max Zorn mengawali karirnya sebagai street art artist. Karirnya baru mulai menanjak pada tahun 2011, sesudah ia memublikasikan karyanya dalam video berdurasi dua menit ke YouTube. Tidak lama setelahnya, Max Zorn kebanjiran dan perhatian khalayak ramai.

Saat namanya mulai mencuat dan dikenal banyak orang, Max Zorn muncul di berbagai acara. Salah satunya di TEDx Talent Search. Pada acara tersebut, ia sempat memberikan pidato singkat:

I didn’t want to work on walls or on the floor I wanted to use street lamps as an urban gallery and I wanted to use the darkness as the setting around my artwork.

 

max zorn via urbankulturblog.com

via urbankulturblog.com

 

Max Zorn menjadikan berbagai jalan di sudut kota sebagai galeri tempatnya berkarya. Dari sana, dunia menjadi tidak lagi biasa. Seolah sentuhan tangannya dengan selotip sebagai media, telah mengubah jalan-jalan di Jerman, Inggris, Portugal, Spanyol, Perancis, Belanda, Kanada, juga China menjadi potret menarik yang tampak di film.

Hal ini diperjelas oleh Max Zorn sendiri dengan pernyataan,

I’m generally interested in the dynamics between people. I want to freeze a moment that initiates a story without telling too much… like a screenshot from a movie that sparks imagination but leaves room to decide where the story goes.

 

max zorn via krixel.de

via krixel.de

Dalam berkarya, Max Zorn punya gaya yang cukup unik. Karya-karya yang ia buat menyiratkan kesan klasik dan sentimental masa lalu. Hal itu karena inspirasi utama karya-karyanya adalah dari film noir.

Bukan cuma dari film bernuansa kelam, Max Zorn juga mengambil inspirasi dari karakter-karakter yang ada pada novel-novel klasik karangan Ernest Hemingway, John Steinbeck, dan JD Salinger.

 

Max Zorn via screen4entertainment.com

Proses Max Zorn berkarya via screen4entertainment.com

 

Hingga sejauh ini, Max Zorn sudah menghasilkan lebih dari 150 karya termasuk instalasi yang terbuat dari selotip. Bentuknya beragam, mulai dari panorama kota, karakter wajah manusia, hingga gambar-gambar lainnya yang bisa mempercantik kota dan memanjakan mata.

Ingin lihat sendiri karya-karyanya? Coba simak gambar-gambar berikut ini:

 

max zorn via maxzorn.com

via maxzorn.com

 

max zorn via maxzorn.com

via maxzorn.com

 

max zorn via maxzorn.com

via maxzorn.com

 

max zorn via maxzorn.com

via maxzorn.com

 

max zorn via maxzorn.com

via maxzorn.com

 

max zorn via maxzorn.com

via maxzorn.com

 

Kira-kira kamu bisa membuat karya seperti di atas untuk kamarmu dengan menggunakan selotip, nggak? Kalau tidak bisa, mungkin kamu mau menggunakan kantong teh sebagai media berkarya, atau dari tumpukan batu? Seluruh dunia adalah kanvasmu.

 


featured image via urbankulturblog.com